HIDUPKU
DI UJUNG TANDUK
Karya : W CITRA D
Maria,
seorang gadis yang polos, pintar, dan senang bergaul dengan siapapun. Dia anak
satu satunya dari keluarga yang kaya. Ayahnya mempunyai perusahaan terkenal di
jakarta. Maria duduk di kelas XII, disekolah ternama SMA AL AZHAR Kelapa
Gading.
Pagi itu, Maria pergi ke sekolah dengan diantar
Ayahnya menggunakan mobil Avanza silver. Sebelum keluar mobil, Maria seperti
biasa mencium tangan Ayahnya.
''Ayah,
Maria masuk sekolah dulu ya ?.” Maria bertanya
''Iya
nak, hati hati. Habis pulang sekolah kalau gak ada apa- apa, langsung pulang ya ?.'' pesan Ayah.
''Siip.''Maria
menjawab.
Digerbang Maria bertemu dengan pinza,
sahabatnya dari SMP, yang kebetulan mereka satu kelas.
''Hai
, pagi Maria ??'' sapa pinza dibelakang menepuk
dada, mengagetkan Maria yang asyik sedang berjalan.
''Hai,
juga. PINZA ????.'' ngagetin aku aja.
''Hhhahaaa......''
Pinza tertawa.
''BTW,
hari ini kamu kayanya lagi seneng, ada apa sih ?.” tanya Pinza.
''Apa
juga boleh. Mau tau aja sih kamu.''jawab Maria.
''Heu..kok
gituh sih, gak asyik ah.'' Balas Pinza. Sambil berlalu meninggalkan Maria ke
kelas
……………………..
Dikelas pelajaran dimulai, anak- anak
memperhatikan dengan cermat, apa yang disampaikan oleh masing-masing guru mata
pelajaran tersebut. Tak lama bel berbunyi, pertanda istirahat sudah tiba.
Teng...teng...teng....(
Bel berbunyi ).
''yeee.....istirahat.''
Ucap anak-anak serempak.
''Ke
kantin yuk ??.” Ajak Pinza.
''Gak
ah, lagi males.'' Jawab Maria.
''Kenapa
sih, dari tadi beda banget , senyam senyum sendiri. Cerita dong ?.” Rayu Pinza.
''Hmm...mmm,
tapi jangan bilang-bilang ya, aku jadian sama Ariel.'' Jawab Maria.
''WAH.....yang
bener ???. Ariel si cowok oriental ganteng calm itu ?? Hhhahahaha.''Pinza
kaget.
''Iya,
tapi jangan bawel dulu. Soalnya ini kan masih awal-awal.
''Siippppp.
Tapi ada PJ ( pajak jadian) gak ?hehehe.'' Canda Pinza.
''PJ
PJ. Udah ah, malu tau.'' Maria berkata.
Teng..teng...teng.
(Bel berbunyi ).
Bel
tanda istirahat telah selesai. Maria dan teman-teman lainnya melanjutkan
pelajaran. Tapi di jam pelajaran ini, Maria mulai tidak konsentrasi dia
memikirkan Ariel. Pacarnya sekarang. Secara Ariel adalah seorang cowok yang
ganteng, anak basket, calm, tajir pula. Dia sangat diidolakan oleh para gadis
teman sekolahnya. Beberapa mata
pelajaran telah berlalu dan bel tanda pulang pun berbunyi.
Teng...teng...teng.
(Bel berbunyi)
…………..
Maria yang saat itu, masih memikirkan
Ariel. Sampe-sampe dia tidak menyadari
kalau waktunya sudah pulang. Lamunanya
itupun dikagetkan oleh Ariel, pacarnya yang tak lama sudah didepan Maria.
''Hei
???''. Sapa Ariel.
Maria
tidak menjawab, dia masih tetap melamun. Sampai ketiga kalinya Ariel menyapa. Akhirnya Mariapun menjawab.
''Sayang....?''
Jawab Maria kaget.
''Hahahaha,
ko ngelamun, ngelamun siapa nih ?, sambil senyam senyum sendiri lagi, bukannya
pulang.''Jawab Ariel.
''Hehehehhe....gak
ko, gak apa-apa.''Jawab Maria salting.
''Eh
BTW, Kok kamu ada disini ?
''iya,
aku mau ngajak kamu pulang bareng, sayang. Mau gak ?.''Tanya Ariel.
''mmm....BOLEH.
Ayo !!! “ Jawab Maria.
…………………………….
Dijalan Ariel dan Maria
berbincang-bincang sambil becanda. Mereka terlihat serasi dan bahagia. Maria
pun merasakan kebahagiaan yang sangat dalam, dan kenangan ini tidak akan pernah
dia lupakan, dalam hidupnya.
''yupz..
Udah nyampe ni sayang.'' Ariel berkata.
''OK,
makasih iya. Eh mau masuk dulu gak ?” Maria menjawab.
''Gak
. Makasih, soalnya sekarang aku harus
latihan basket.'' Jawab Ariel.
''Oh
, hati-hati iya.''Pesan Maria.
.................
Ketika masuk rumah, Maria mendengar
Ayah dan ibunya sedang bertengkar. Ia mendengar pembicaraan Ayah dan Ibunya. Bahwa perusahaan Ayahnya itu telah bangkrut.
Mariapun
tersontak kaget dan dia langsung pergi ke kamarnya. Dikamar, Mariapun menangis dan bertanya-tanya
sendiri.
''Kenapa
semuanya seperti ini ?.''
''Apa
yang terjadi pada keluargaku ?.''
Tak lama ibunya masuk ke kamar Maria,
mengagetkan Maria yang sedang terisak menangis.
''Ibu...??''Maria
berkata, matanya merah.
''Iya,
nak. Kenapa kamu menangis ?.''Ibu
bertanya.
''Gak
apa-apa kok bu,'' jawab Maria.
''Gak
apa-apa gimana.''pipimu berlinang air mata. Ayo cerita sama ibu, jangan bohong.
Maria,''tanya Ibu.
''BU,
maaf iya sebelumnya. Tadi, Maria mendengar pembicaraan Ayah sama Ibu, apa benar
perusahaan Ayah bangkrut ???''tanya Maria.
Ibu maria terlihat kaget, ketika Maria
menanyakan hal itu, dan matanya berkaca-kaca.
''Iya
nak, apa yang kamu katakan itu benar, perusahaan Ayahmu sudah bangkrut, dan
kita sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi selain rumah ini.''Ibu Maria
berkata, sambil menangis.
''Ibu...ibu
jangan menangis.'' sahut Maria.
''Maafkan
Maria Bu, Tak sepantasnya Maria menanyakan hal ini pada ibu.''
''Gak
apa-apa nak, memang seharusnya kamu tau.
Ibu berpesan sama kamu, kamu harus ikhlas menerima keadaan sekarang, harus
sabar, belajar yang rajin biar jadi anak yang sukses.''pesan Ibu.
''Iya,
insyaAlloh Maria bisa menerima semua ini, karena maria tau, mungkin ini semua
sudah jalanNYA.
''Syukur
nak, kamu sudah dewasa. Kamu bisa mengerti dan menerima semuanya.''ibu berkata
sambil memeluk Maria.
.............................
Esok
harinya seperti biasa Maria pergi ke sekolah. Tapi kali ini dia tidak diantar
oleh Ayahnya, karena mobil milik Ayahnya itu telah disita. Mariapun harus
mandiri, dan dia berangkat sekolah menggunakan angkutan umun. Di angkutan umum,
Maria bertemu dengan Pinza, sahabatnya itu.
''Hei,
Maria ?'' tanya Pinza kaget.
''Eh,
Pinza.''jawab Maria.
''HAH...???
Sejak kapan kamu naik angkot, bukannya kalau berangkat sekolah, kamu sering
dianterin Ayahmu naik mobil?'' tanya Pinza.
''emm....mm
gak kok, ya lagi pengen aja naik angkot.'' jawab Maria sambil menyembunyikan
masalahnya itu.
''Hahahaha
tumben.'' Pinza tertawa.
.......................
Dikelas, akhir-akhir ini Maria terlihat
murung, dia terlihat sangat sedih melamuni masalah keluarganya itu. Dia jadi
anak yang pendiam dan jarang berbicara banyak. Lalu pinza menghampirinya.
''Maria,
kamu kenapa? Kok, matamu berkaca-kaca. Lagi ada masalah iya. Cerita dong
?''tanya Pinza.
''Gak
kenapa- napa.'' jawab Maria singkat.
Pinza
pun bingung dengan sahabatnya itu, karena setau dia, maria adalah anak yang
periang, dia jarang sekali memperlihatkan kesedihanya, tapi kali ini Maria
sangat aneh.
........................
Malam hari dirumah maria, maria masih terlihat
sangat sedih. Didalam hatinya dia belum bisa menerima kenyataan yang sekarang
menimpa keluarganya, karena bagi dia ini semua terlalu cepat.
Tiba-tiba HP Maria berdering tanda sms. Sms
itu dari Ariel pacaranya.
MARIA,
AKU MINTA MAAF.
AKU
TIDAK BISA MELANJUTKAN HUBUNGAN INI
AKU
MINTA PUTUS !!!.
Membaca
sms itu, Maria kaget, dia langsung membales pesan itu.
APA
MAKSUD KAMU, KAMU BECANDA KAN ??
Tak
lama Ariel membales lagi.
GAK.
AKU SERIUSSS !!!
Maria
pun menjawab kembali pesan tadi, karena dia masih tidak percaya.
KENAPA
??.
……………………
Sms
Mariapun tidak dijawab lagi oleh Ariel, Mariapun akhirnya yakin bahwa Ariel
memang serius mengajaknya putus. Maria hanya bisa menangis dan pasrah,
hubungannya yang baru seumur jagung, putus ditengah jalan. Kesedihannya itu pun
bertambah, seakan akan tidak ada lagi harapan kebahagian didalam hidupnya. Tapi
apa daya, semuanya telah terjadi ,Ariel memutuskan Maria tanpa alasan yang
jelas. Semua masalah ini membuat Maria jatuh sakit. Dia pun tidak bisa masuk
sekolah beberapa hari ini.
...........................
Pagi, hari minggu. Pinza pergi menengok
sahabatnya itu ke rumahnya. Dia pergi diantar oleh kakaknya, dengan membawa
buah-buahan kesukaan Maria.
''Assalamualaikum.''sapa
Pinza.
''walaikumsalam.''sahut
Ibu Maria.
''Pinza
?? Ayo nak, masuk. Gimana kabarnya?
''Alhamdulillah
baik, oh iya gimana keadaan Maria sekarang tante ?.'' tanya Pinza.
''Kamu
lihat aja sendiri, dia ada di kamarnya.''jawab Ibu maria.
''krek..''suara
pintu kamar Maria terbuka.Pinza melihat Maria sedang menangis, lalu dia
menghampirinya.
''Maria,
gimana kabarnya ?'' tanya Pinza.
''Eh.
Pinza ??. Alhamdulillah baik.'' jawab
Maria dengan suara tersedu.
''Kamu
sakit apa Maria ?'' tanya Pinza.
''Cuma
sakit biasa aja, demam sama flu.
''Oh.
Makanya jangan nangis mulu.'' canda
Pinza.
''Kamu
itu kenapa, akhir-akhir ini, aku perhatiin, jadi sering melamun. Ada masalah
iya ?? cerita dong. Aku ini kan
sahabtmu, Maria.''
''Pinza,
sebenarnya aku ingin cerita, tapi setiap aku ingin cerita sama kamu, aku selalu
diselimuti rasa takut. Sebenarnya aku lagi punya masalah. Perusahaan Ayahku
bangkrut. Keluargaku tidak punya apa-apa lagi. Selain rumah ini. Udah gitu aku
putus sama Ariel, aku sedih, aku gak sanggup menerima semua ini.'' jawab Maria sambil menangis.
''Apa
? Kenapa baru cerita sekarang ?'' tanya Pinza. (matanya berkaca-kaca)
''Aku
takut, kamu gak bisa menerima aku sebagai sahabat lagi, karena aku jatuh
miskin, aku takut kamu pergi ninggalin aku.'' jawab Maria sambil menangis.
''Astagfirullah,
kamu jangan berpikiran seperti itu, aku ini sahabatmu. Sahabt dari smp. Dan aku
sudah menganggapmu sebagai kakaku sendiri, jadi kamu boleh cerita sama aku
tentang masalahmu, terbuka saja, aku berteman sama kamu, tidak meilhat dari
kaya atau miskinya, tapi ketulusannya sebagai teman.'' jawab Pinza.
Masalah
Ariel, gak usah kamu pikirin lagi, yang sabar aja, kamu pasti dapetin cowok
yang lebih baik, karena cowok itu masih banyak. Percayalah Tuhan selalu ada
buat kita. Mati, rezeki, jodoh, Tuhan yang ngatur. Kita sebagai umatnya hanya bisa berusaha dan
berdoa. ''sambungnya.
''Iya
makasih, ternyata kamu sahabat yang paling setia.'' Maria pun tersenyum dan
mereka berpelukan.
Dari
semua masalah itu, Maria yakin roda kehidupan itu berputar ada saatnya dibawah
dan ada saatnya diatas. Setiap manusia harus bisa melewati itu semua, karena
dibalik kesedihan pasti selalu ada kebahagiaan.
Maria
juga sangat bangga, karena mempunyai sahabat yang setia, baik, perhatian
seperti Pinza.



0 komentar:
Posting Komentar