Kamis, 14 Maret 2013

HIDUPKU DI UJUNG TANDUK

HIDUPKU DI UJUNG TANDUK
Karya : W CITRA D

        Maria, seorang gadis yang polos, pintar, dan senang bergaul dengan siapapun. Dia anak satu satunya dari keluarga yang kaya. Ayahnya mempunyai perusahaan terkenal di jakarta. Maria duduk di kelas XII, disekolah ternama SMA AL AZHAR Kelapa Gading.
       Pagi itu, Maria pergi ke sekolah dengan diantar Ayahnya menggunakan mobil Avanza silver. Sebelum keluar mobil, Maria seperti biasa mencium tangan Ayahnya.
''Ayah, Maria masuk sekolah dulu ya ?.” Maria bertanya
''Iya nak, hati hati. Habis pulang sekolah kalau gak ada apa- apa, langsung pulang  ya ?.'' pesan Ayah.
''Siip.''Maria menjawab.
      Digerbang Maria bertemu dengan pinza, sahabatnya dari SMP, yang kebetulan mereka satu kelas.
''Hai , pagi Maria ??'' sapa pinza dibelakang  menepuk dada, mengagetkan Maria yang asyik sedang berjalan.
''Hai, juga. PINZA ????.'' ngagetin aku aja.
''Hhhahaaa......'' Pinza tertawa.
''BTW, hari ini kamu kayanya lagi seneng, ada apa sih ?.” tanya Pinza.
''Apa juga boleh. Mau tau aja sih kamu.''jawab Maria.
''Heu..kok gituh sih, gak asyik ah.'' Balas Pinza. Sambil berlalu meninggalkan Maria ke kelas
……………………..
        Dikelas pelajaran dimulai, anak- anak memperhatikan dengan cermat, apa yang disampaikan oleh masing-masing guru mata pelajaran tersebut. Tak lama bel berbunyi, pertanda istirahat sudah tiba.
Teng...teng...teng....( Bel berbunyi ).
''yeee.....istirahat.'' Ucap anak-anak serempak.
''Ke kantin yuk ??.” Ajak Pinza.
''Gak ah, lagi males.'' Jawab Maria.
''Kenapa sih, dari tadi beda banget , senyam senyum sendiri. Cerita dong ?.”  Rayu Pinza.
''Hmm...mmm, tapi jangan bilang-bilang ya, aku jadian sama Ariel.'' Jawab Maria.
''WAH.....yang bener ???. Ariel si cowok oriental ganteng calm itu ?? Hhhahahaha.''Pinza kaget.
''Iya, tapi jangan bawel dulu. Soalnya ini kan masih awal-awal.
''Siippppp. Tapi ada PJ ( pajak jadian) gak ?hehehe.'' Canda Pinza.
''PJ PJ. Udah ah, malu tau.'' Maria berkata.
Teng..teng...teng. (Bel berbunyi ).

        Bel tanda istirahat telah selesai. Maria dan teman-teman lainnya melanjutkan pelajaran. Tapi di jam pelajaran ini, Maria mulai tidak konsentrasi dia memikirkan Ariel. Pacarnya sekarang. Secara Ariel adalah seorang cowok yang ganteng, anak basket, calm, tajir pula. Dia sangat diidolakan oleh para gadis teman sekolahnya.  Beberapa mata pelajaran telah berlalu dan bel tanda pulang pun berbunyi.
Teng...teng...teng. (Bel berbunyi)
…………..
       Maria yang saat itu, masih memikirkan Ariel.  Sampe-sampe dia tidak menyadari kalau waktunya sudah pulang.  Lamunanya itupun dikagetkan oleh Ariel, pacarnya yang tak lama sudah didepan Maria.
''Hei ???''. Sapa Ariel.
Maria tidak menjawab, dia masih tetap melamun. Sampai ketiga kalinya Ariel menyapa.  Akhirnya Mariapun menjawab.
''Sayang....?'' Jawab Maria kaget.
''Hahahaha, ko ngelamun, ngelamun siapa nih ?, sambil senyam senyum sendiri lagi, bukannya pulang.''Jawab Ariel.
''Hehehehhe....gak ko, gak apa-apa.''Jawab Maria salting.
''Eh BTW, Kok kamu ada disini ?
''iya, aku mau ngajak kamu pulang bareng, sayang. Mau gak ?.''Tanya Ariel.
''mmm....BOLEH.  Ayo !!! “ Jawab Maria.
…………………………….
        Dijalan Ariel dan Maria berbincang-bincang sambil becanda. Mereka terlihat serasi dan bahagia. Maria pun merasakan kebahagiaan yang sangat dalam, dan kenangan ini tidak akan pernah dia lupakan, dalam hidupnya.
''yupz.. Udah nyampe ni sayang.'' Ariel berkata.
''OK, makasih iya. Eh mau masuk dulu gak ?” Maria menjawab.
''Gak .  Makasih, soalnya sekarang aku harus latihan basket.'' Jawab Ariel.
''Oh , hati-hati iya.''Pesan Maria.
.................


        Ketika masuk rumah, Maria mendengar Ayah dan ibunya sedang bertengkar.  Ia  mendengar pembicaraan Ayah dan Ibunya.  Bahwa perusahaan Ayahnya itu telah bangkrut.
Mariapun tersontak kaget dan dia langsung pergi ke kamarnya.  Dikamar, Mariapun menangis dan bertanya-tanya sendiri.
''Kenapa semuanya seperti ini ?.''
''Apa yang terjadi pada keluargaku ?.''
 Tak lama ibunya masuk ke kamar Maria, mengagetkan Maria yang sedang terisak menangis.
''Ibu...??''Maria berkata, matanya merah.
''Iya, nak.  Kenapa kamu menangis ?.''Ibu bertanya.
''Gak apa-apa kok bu,'' jawab Maria.
''Gak apa-apa gimana.''pipimu berlinang air mata. Ayo cerita sama ibu, jangan bohong. Maria,''tanya Ibu.
''BU, maaf iya sebelumnya. Tadi, Maria mendengar pembicaraan Ayah sama Ibu, apa benar perusahaan Ayah bangkrut ???''tanya Maria.
 Ibu maria terlihat kaget, ketika Maria menanyakan hal itu, dan matanya berkaca-kaca.
''Iya nak, apa yang kamu katakan itu benar, perusahaan Ayahmu sudah bangkrut, dan kita sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi selain rumah ini.''Ibu Maria berkata, sambil menangis.
''Ibu...ibu jangan menangis.'' sahut Maria.
''Maafkan Maria Bu, Tak sepantasnya Maria menanyakan hal ini pada ibu.''
''Gak apa-apa nak, memang seharusnya kamu tau.  Ibu berpesan sama kamu, kamu  harus ikhlas menerima keadaan sekarang, harus sabar, belajar yang rajin biar jadi anak yang sukses.''pesan Ibu.
''Iya, insyaAlloh Maria bisa menerima semua ini, karena maria tau, mungkin ini semua sudah jalanNYA.
''Syukur nak, kamu sudah dewasa. Kamu bisa mengerti dan menerima semuanya.''ibu berkata sambil memeluk Maria.
.............................
Esok harinya seperti biasa Maria pergi ke sekolah. Tapi kali ini dia tidak diantar oleh Ayahnya, karena mobil milik Ayahnya itu telah disita. Mariapun harus mandiri, dan dia berangkat sekolah menggunakan angkutan umun. Di angkutan umum, Maria bertemu dengan Pinza, sahabatnya itu.
''Hei, Maria ?'' tanya Pinza kaget.
''Eh, Pinza.''jawab Maria.
''HAH...??? Sejak kapan kamu naik angkot, bukannya kalau berangkat sekolah, kamu sering dianterin Ayahmu naik mobil?'' tanya Pinza.
''emm....mm gak kok, ya lagi pengen aja naik angkot.'' jawab Maria sambil menyembunyikan masalahnya itu.
''Hahahaha tumben.'' Pinza tertawa.
.......................
 Dikelas, akhir-akhir ini Maria terlihat murung, dia terlihat sangat sedih melamuni masalah keluarganya itu. Dia jadi anak yang pendiam dan jarang berbicara banyak. Lalu pinza menghampirinya.
''Maria, kamu kenapa? Kok, matamu berkaca-kaca. Lagi ada masalah iya. Cerita dong ?''tanya Pinza.
''Gak kenapa- napa.'' jawab Maria singkat.
Pinza pun bingung dengan sahabatnya itu, karena setau dia, maria adalah anak yang periang, dia jarang sekali memperlihatkan kesedihanya, tapi kali ini Maria sangat aneh.
........................
 Malam hari dirumah maria, maria masih terlihat sangat sedih. Didalam hatinya dia belum bisa menerima kenyataan yang sekarang menimpa keluarganya, karena bagi dia ini semua terlalu cepat.
 Tiba-tiba HP Maria berdering tanda sms. Sms itu dari Ariel pacaranya.
MARIA, AKU MINTA MAAF.
AKU TIDAK BISA MELANJUTKAN HUBUNGAN INI
    AKU MINTA PUTUS !!!.
Membaca sms itu, Maria kaget, dia langsung membales pesan itu.
APA MAKSUD KAMU, KAMU BECANDA KAN ??
Tak lama Ariel membales lagi.
GAK. AKU SERIUSSS !!!
Maria pun menjawab kembali pesan tadi, karena dia masih tidak percaya.
KENAPA ??.
……………………
Sms Mariapun tidak dijawab lagi oleh Ariel, Mariapun akhirnya yakin bahwa Ariel memang serius mengajaknya putus. Maria hanya bisa menangis dan pasrah, hubungannya yang baru seumur jagung, putus ditengah jalan. Kesedihannya itu pun bertambah, seakan akan tidak ada lagi harapan kebahagian didalam hidupnya. Tapi apa daya, semuanya telah terjadi ,Ariel memutuskan Maria tanpa alasan yang jelas. Semua masalah ini membuat Maria jatuh sakit. Dia pun tidak bisa masuk sekolah beberapa hari ini.
...........................

 Pagi, hari minggu. Pinza pergi menengok sahabatnya itu ke rumahnya. Dia pergi diantar oleh kakaknya, dengan membawa buah-buahan kesukaan Maria.
''Assalamualaikum.''sapa Pinza.
''walaikumsalam.''sahut Ibu Maria.
''Pinza ?? Ayo nak, masuk. Gimana kabarnya?
''Alhamdulillah baik, oh iya gimana keadaan Maria sekarang tante ?.'' tanya Pinza.
''Kamu lihat aja sendiri, dia ada di kamarnya.''jawab Ibu maria.
''krek..''suara pintu kamar Maria terbuka.Pinza melihat Maria sedang menangis, lalu dia menghampirinya.
''Maria, gimana kabarnya ?'' tanya Pinza.
''Eh.  Pinza ??. Alhamdulillah baik.'' jawab Maria dengan suara tersedu.
''Kamu sakit apa Maria ?'' tanya Pinza.
''Cuma sakit biasa aja, demam sama flu.
''Oh.  Makanya jangan nangis mulu.'' canda Pinza.
''Kamu itu kenapa, akhir-akhir ini, aku perhatiin, jadi sering melamun. Ada masalah iya ?? cerita dong.  Aku ini kan sahabtmu, Maria.''
''Pinza, sebenarnya aku ingin cerita, tapi setiap aku ingin cerita sama kamu, aku selalu diselimuti rasa takut. Sebenarnya aku lagi punya masalah. Perusahaan Ayahku bangkrut. Keluargaku tidak punya apa-apa lagi. Selain rumah ini. Udah gitu aku putus sama Ariel, aku sedih, aku gak sanggup menerima semua ini.'' jawab Maria  sambil menangis.
''Apa ? Kenapa baru cerita sekarang ?'' tanya Pinza. (matanya berkaca-kaca)
''Aku takut, kamu gak bisa menerima aku sebagai sahabat lagi, karena aku jatuh miskin, aku takut kamu pergi ninggalin aku.'' jawab Maria sambil menangis.
''Astagfirullah, kamu jangan berpikiran seperti itu, aku ini sahabatmu. Sahabt dari smp. Dan aku sudah menganggapmu sebagai kakaku sendiri, jadi kamu boleh cerita sama aku tentang masalahmu, terbuka saja, aku berteman sama kamu, tidak meilhat dari kaya atau miskinya, tapi ketulusannya sebagai teman.'' jawab Pinza.
Masalah Ariel, gak usah kamu pikirin lagi, yang sabar aja, kamu pasti dapetin cowok yang lebih baik, karena cowok itu masih banyak. Percayalah Tuhan selalu ada buat kita. Mati, rezeki, jodoh, Tuhan yang ngatur.  Kita sebagai umatnya hanya bisa berusaha dan berdoa. ''sambungnya.
''Iya makasih, ternyata kamu sahabat yang paling setia.'' Maria pun tersenyum dan mereka berpelukan.

Dari semua masalah itu, Maria yakin roda kehidupan itu berputar ada saatnya dibawah dan ada saatnya diatas. Setiap manusia harus bisa melewati itu semua, karena dibalik kesedihan pasti selalu ada kebahagiaan.
Maria juga sangat bangga, karena mempunyai sahabat yang setia, baik, perhatian seperti Pinza. 

0 komentar:

Posting Komentar

Kamis, 14 Maret 2013

HIDUPKU DI UJUNG TANDUK

HIDUPKU DI UJUNG TANDUK
Karya : W CITRA D

        Maria, seorang gadis yang polos, pintar, dan senang bergaul dengan siapapun. Dia anak satu satunya dari keluarga yang kaya. Ayahnya mempunyai perusahaan terkenal di jakarta. Maria duduk di kelas XII, disekolah ternama SMA AL AZHAR Kelapa Gading.
       Pagi itu, Maria pergi ke sekolah dengan diantar Ayahnya menggunakan mobil Avanza silver. Sebelum keluar mobil, Maria seperti biasa mencium tangan Ayahnya.
''Ayah, Maria masuk sekolah dulu ya ?.” Maria bertanya
''Iya nak, hati hati. Habis pulang sekolah kalau gak ada apa- apa, langsung pulang  ya ?.'' pesan Ayah.
''Siip.''Maria menjawab.
      Digerbang Maria bertemu dengan pinza, sahabatnya dari SMP, yang kebetulan mereka satu kelas.
''Hai , pagi Maria ??'' sapa pinza dibelakang  menepuk dada, mengagetkan Maria yang asyik sedang berjalan.
''Hai, juga. PINZA ????.'' ngagetin aku aja.
''Hhhahaaa......'' Pinza tertawa.
''BTW, hari ini kamu kayanya lagi seneng, ada apa sih ?.” tanya Pinza.
''Apa juga boleh. Mau tau aja sih kamu.''jawab Maria.
''Heu..kok gituh sih, gak asyik ah.'' Balas Pinza. Sambil berlalu meninggalkan Maria ke kelas
……………………..
        Dikelas pelajaran dimulai, anak- anak memperhatikan dengan cermat, apa yang disampaikan oleh masing-masing guru mata pelajaran tersebut. Tak lama bel berbunyi, pertanda istirahat sudah tiba.
Teng...teng...teng....( Bel berbunyi ).
''yeee.....istirahat.'' Ucap anak-anak serempak.
''Ke kantin yuk ??.” Ajak Pinza.
''Gak ah, lagi males.'' Jawab Maria.
''Kenapa sih, dari tadi beda banget , senyam senyum sendiri. Cerita dong ?.”  Rayu Pinza.
''Hmm...mmm, tapi jangan bilang-bilang ya, aku jadian sama Ariel.'' Jawab Maria.
''WAH.....yang bener ???. Ariel si cowok oriental ganteng calm itu ?? Hhhahahaha.''Pinza kaget.
''Iya, tapi jangan bawel dulu. Soalnya ini kan masih awal-awal.
''Siippppp. Tapi ada PJ ( pajak jadian) gak ?hehehe.'' Canda Pinza.
''PJ PJ. Udah ah, malu tau.'' Maria berkata.
Teng..teng...teng. (Bel berbunyi ).

        Bel tanda istirahat telah selesai. Maria dan teman-teman lainnya melanjutkan pelajaran. Tapi di jam pelajaran ini, Maria mulai tidak konsentrasi dia memikirkan Ariel. Pacarnya sekarang. Secara Ariel adalah seorang cowok yang ganteng, anak basket, calm, tajir pula. Dia sangat diidolakan oleh para gadis teman sekolahnya.  Beberapa mata pelajaran telah berlalu dan bel tanda pulang pun berbunyi.
Teng...teng...teng. (Bel berbunyi)
…………..
       Maria yang saat itu, masih memikirkan Ariel.  Sampe-sampe dia tidak menyadari kalau waktunya sudah pulang.  Lamunanya itupun dikagetkan oleh Ariel, pacarnya yang tak lama sudah didepan Maria.
''Hei ???''. Sapa Ariel.
Maria tidak menjawab, dia masih tetap melamun. Sampai ketiga kalinya Ariel menyapa.  Akhirnya Mariapun menjawab.
''Sayang....?'' Jawab Maria kaget.
''Hahahaha, ko ngelamun, ngelamun siapa nih ?, sambil senyam senyum sendiri lagi, bukannya pulang.''Jawab Ariel.
''Hehehehhe....gak ko, gak apa-apa.''Jawab Maria salting.
''Eh BTW, Kok kamu ada disini ?
''iya, aku mau ngajak kamu pulang bareng, sayang. Mau gak ?.''Tanya Ariel.
''mmm....BOLEH.  Ayo !!! “ Jawab Maria.
…………………………….
        Dijalan Ariel dan Maria berbincang-bincang sambil becanda. Mereka terlihat serasi dan bahagia. Maria pun merasakan kebahagiaan yang sangat dalam, dan kenangan ini tidak akan pernah dia lupakan, dalam hidupnya.
''yupz.. Udah nyampe ni sayang.'' Ariel berkata.
''OK, makasih iya. Eh mau masuk dulu gak ?” Maria menjawab.
''Gak .  Makasih, soalnya sekarang aku harus latihan basket.'' Jawab Ariel.
''Oh , hati-hati iya.''Pesan Maria.
.................


        Ketika masuk rumah, Maria mendengar Ayah dan ibunya sedang bertengkar.  Ia  mendengar pembicaraan Ayah dan Ibunya.  Bahwa perusahaan Ayahnya itu telah bangkrut.
Mariapun tersontak kaget dan dia langsung pergi ke kamarnya.  Dikamar, Mariapun menangis dan bertanya-tanya sendiri.
''Kenapa semuanya seperti ini ?.''
''Apa yang terjadi pada keluargaku ?.''
 Tak lama ibunya masuk ke kamar Maria, mengagetkan Maria yang sedang terisak menangis.
''Ibu...??''Maria berkata, matanya merah.
''Iya, nak.  Kenapa kamu menangis ?.''Ibu bertanya.
''Gak apa-apa kok bu,'' jawab Maria.
''Gak apa-apa gimana.''pipimu berlinang air mata. Ayo cerita sama ibu, jangan bohong. Maria,''tanya Ibu.
''BU, maaf iya sebelumnya. Tadi, Maria mendengar pembicaraan Ayah sama Ibu, apa benar perusahaan Ayah bangkrut ???''tanya Maria.
 Ibu maria terlihat kaget, ketika Maria menanyakan hal itu, dan matanya berkaca-kaca.
''Iya nak, apa yang kamu katakan itu benar, perusahaan Ayahmu sudah bangkrut, dan kita sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi selain rumah ini.''Ibu Maria berkata, sambil menangis.
''Ibu...ibu jangan menangis.'' sahut Maria.
''Maafkan Maria Bu, Tak sepantasnya Maria menanyakan hal ini pada ibu.''
''Gak apa-apa nak, memang seharusnya kamu tau.  Ibu berpesan sama kamu, kamu  harus ikhlas menerima keadaan sekarang, harus sabar, belajar yang rajin biar jadi anak yang sukses.''pesan Ibu.
''Iya, insyaAlloh Maria bisa menerima semua ini, karena maria tau, mungkin ini semua sudah jalanNYA.
''Syukur nak, kamu sudah dewasa. Kamu bisa mengerti dan menerima semuanya.''ibu berkata sambil memeluk Maria.
.............................
Esok harinya seperti biasa Maria pergi ke sekolah. Tapi kali ini dia tidak diantar oleh Ayahnya, karena mobil milik Ayahnya itu telah disita. Mariapun harus mandiri, dan dia berangkat sekolah menggunakan angkutan umun. Di angkutan umum, Maria bertemu dengan Pinza, sahabatnya itu.
''Hei, Maria ?'' tanya Pinza kaget.
''Eh, Pinza.''jawab Maria.
''HAH...??? Sejak kapan kamu naik angkot, bukannya kalau berangkat sekolah, kamu sering dianterin Ayahmu naik mobil?'' tanya Pinza.
''emm....mm gak kok, ya lagi pengen aja naik angkot.'' jawab Maria sambil menyembunyikan masalahnya itu.
''Hahahaha tumben.'' Pinza tertawa.
.......................
 Dikelas, akhir-akhir ini Maria terlihat murung, dia terlihat sangat sedih melamuni masalah keluarganya itu. Dia jadi anak yang pendiam dan jarang berbicara banyak. Lalu pinza menghampirinya.
''Maria, kamu kenapa? Kok, matamu berkaca-kaca. Lagi ada masalah iya. Cerita dong ?''tanya Pinza.
''Gak kenapa- napa.'' jawab Maria singkat.
Pinza pun bingung dengan sahabatnya itu, karena setau dia, maria adalah anak yang periang, dia jarang sekali memperlihatkan kesedihanya, tapi kali ini Maria sangat aneh.
........................
 Malam hari dirumah maria, maria masih terlihat sangat sedih. Didalam hatinya dia belum bisa menerima kenyataan yang sekarang menimpa keluarganya, karena bagi dia ini semua terlalu cepat.
 Tiba-tiba HP Maria berdering tanda sms. Sms itu dari Ariel pacaranya.
MARIA, AKU MINTA MAAF.
AKU TIDAK BISA MELANJUTKAN HUBUNGAN INI
    AKU MINTA PUTUS !!!.
Membaca sms itu, Maria kaget, dia langsung membales pesan itu.
APA MAKSUD KAMU, KAMU BECANDA KAN ??
Tak lama Ariel membales lagi.
GAK. AKU SERIUSSS !!!
Maria pun menjawab kembali pesan tadi, karena dia masih tidak percaya.
KENAPA ??.
……………………
Sms Mariapun tidak dijawab lagi oleh Ariel, Mariapun akhirnya yakin bahwa Ariel memang serius mengajaknya putus. Maria hanya bisa menangis dan pasrah, hubungannya yang baru seumur jagung, putus ditengah jalan. Kesedihannya itu pun bertambah, seakan akan tidak ada lagi harapan kebahagian didalam hidupnya. Tapi apa daya, semuanya telah terjadi ,Ariel memutuskan Maria tanpa alasan yang jelas. Semua masalah ini membuat Maria jatuh sakit. Dia pun tidak bisa masuk sekolah beberapa hari ini.
...........................

 Pagi, hari minggu. Pinza pergi menengok sahabatnya itu ke rumahnya. Dia pergi diantar oleh kakaknya, dengan membawa buah-buahan kesukaan Maria.
''Assalamualaikum.''sapa Pinza.
''walaikumsalam.''sahut Ibu Maria.
''Pinza ?? Ayo nak, masuk. Gimana kabarnya?
''Alhamdulillah baik, oh iya gimana keadaan Maria sekarang tante ?.'' tanya Pinza.
''Kamu lihat aja sendiri, dia ada di kamarnya.''jawab Ibu maria.
''krek..''suara pintu kamar Maria terbuka.Pinza melihat Maria sedang menangis, lalu dia menghampirinya.
''Maria, gimana kabarnya ?'' tanya Pinza.
''Eh.  Pinza ??. Alhamdulillah baik.'' jawab Maria dengan suara tersedu.
''Kamu sakit apa Maria ?'' tanya Pinza.
''Cuma sakit biasa aja, demam sama flu.
''Oh.  Makanya jangan nangis mulu.'' canda Pinza.
''Kamu itu kenapa, akhir-akhir ini, aku perhatiin, jadi sering melamun. Ada masalah iya ?? cerita dong.  Aku ini kan sahabtmu, Maria.''
''Pinza, sebenarnya aku ingin cerita, tapi setiap aku ingin cerita sama kamu, aku selalu diselimuti rasa takut. Sebenarnya aku lagi punya masalah. Perusahaan Ayahku bangkrut. Keluargaku tidak punya apa-apa lagi. Selain rumah ini. Udah gitu aku putus sama Ariel, aku sedih, aku gak sanggup menerima semua ini.'' jawab Maria  sambil menangis.
''Apa ? Kenapa baru cerita sekarang ?'' tanya Pinza. (matanya berkaca-kaca)
''Aku takut, kamu gak bisa menerima aku sebagai sahabat lagi, karena aku jatuh miskin, aku takut kamu pergi ninggalin aku.'' jawab Maria sambil menangis.
''Astagfirullah, kamu jangan berpikiran seperti itu, aku ini sahabatmu. Sahabt dari smp. Dan aku sudah menganggapmu sebagai kakaku sendiri, jadi kamu boleh cerita sama aku tentang masalahmu, terbuka saja, aku berteman sama kamu, tidak meilhat dari kaya atau miskinya, tapi ketulusannya sebagai teman.'' jawab Pinza.
Masalah Ariel, gak usah kamu pikirin lagi, yang sabar aja, kamu pasti dapetin cowok yang lebih baik, karena cowok itu masih banyak. Percayalah Tuhan selalu ada buat kita. Mati, rezeki, jodoh, Tuhan yang ngatur.  Kita sebagai umatnya hanya bisa berusaha dan berdoa. ''sambungnya.
''Iya makasih, ternyata kamu sahabat yang paling setia.'' Maria pun tersenyum dan mereka berpelukan.

Dari semua masalah itu, Maria yakin roda kehidupan itu berputar ada saatnya dibawah dan ada saatnya diatas. Setiap manusia harus bisa melewati itu semua, karena dibalik kesedihan pasti selalu ada kebahagiaan.
Maria juga sangat bangga, karena mempunyai sahabat yang setia, baik, perhatian seperti Pinza. 

0 komentar: