Kamis, 14 Maret 2013

Penyesalan

Penyesalan

Kisah ini berasal dari daerah bogor, yang menceritakan seorang siswa SMP , yang diajarkan hidup prihatin dan penuh tanggung jawab. Anak itu bernama Alfa. Alfa adalah siswa SMP BHAKTI JAYA, Bogor. Dia mempunyai keluarga yang utuh , sederhana. Namun bahagia. Ibunya yang terkenal dengan keanggunan dan kesopanannya.  Ayahnya , Pak jamal yang dikenal sebagai pemimpin yang adil, tegas dan bijaksana.  Dan Alfa anak yang dikenal sebagai anak yang rajin, pintar dan sholeh.

Suatu hari Alfa disibukkan dengan kegiatan sekolahnya, karena dia seorang ketua osis, maka dia harus bisa membagi waktunya antara disekolah dan dirumah. Sedangkan disisi lain dia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan baik secara akademis maupun non akademis. Kali ini dia mengikuti lomba OSN bersama temannya yang bernama Ganjar.  

Tepat pukul 04.00 wib,  suara yang begitu nyaring terdengar  dari jam weker sangat keras membangunkan Alfa yang sedang nyenyak tidur. Alfa bergegas bangun untuk sholat shubuh dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah. Kegiatan tersebut rutin dilakukannya tepat waktu, karena ajaran ayahnya yang sangat tegas terhadap anak-anaknya, tak terkecuali Alfa sendiri. Alfa selalu berangkat sekolah menaiki sepeda kecilnya, terkadang dia juga berangkat dengan berjalan kaki. Jarak sekolah Alfa dari rumahnya lumayan jauh, sekitar 4- 5 km. Tetapi, itu bukan sebuah halangan baginya.

Namun ,Pagi itu hari sangat cerah dan suasana pun terasa berbeda, tidak seperti hari hari sebelumnya. Semua itu semakin terasa ketika ada perbincangan antara Alfa dan Ayahnya. Hal ini dimulai saat Alfa akan meminjam sepeda motor ayahnya.

“ Yah, Alfa boleh minjem motornya gak hari ini, soalnya Alfa ada keperluan disekolah untuk mengikuti pelatihan lomba OSN ?” tanya Alfa. “ iya boleh aja, lagian sekarang ayah gak akan pergi kemana- mana, pengen istirahat dirumah.” Jawab Ayah. “ bener yah, gak apa- apa, alfa minjem motornya cepet kok yah gak akan lama ?” kata Alfa.
“Gak apa- apa, terserah mau sampe jam berapa juga, tapi hati- hati ya pake motornya. Soalnya jalanan lagi macet.” Jawab Ayah.

Perasaan Alfa campur aduk, antara bahagia dan heran. Karena jarang- jarang ayahnya memberikan ijin untuk menggunakan motornya. Tapi tiba- tiba semua berubah, ketika ada tetangga yang datang kerumahnya, untuk meminjam motornya, karena ingin menjemput sodaranya yang lagi di stasiun. Alfa pun merasa kecewa, ketika ayahnya lebih mengutamakan tetangganya dibandingkan Alfa.

“ Al, sebaiknya kamu berangkat ke sekolahnya pake sepeda aja, soalnya  motornya  mau dipake sama tetangga cuma sebentar ko.” Kata ayah. Dengan perasaan kecewa dan kesel, Alfa menjawab. “ayah kan udah janji mau minjemin motornya, kenapa sekarang tiba- tiba ayah membatalkannya, Alfa benci sama ayah, ayah sudah mengingkari janji ayah.” Teriak Alfa.

Kemudian Alfa keluar dari rumah dengan membantingkan pintu tanpa pamit. Akhirnya Alfa berangkat sekolah jalan kaki dengan perasaan kecewa, kesel, dan marah. Namun ditengah perjalanan Alfa bertemu dengan Ganjar , dan mereka berangkat bersama- sama menaiki sepeda motor ganjar. Sesampainya disekolah, mereka mengikuti pelatihan OSN. Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat pukul 16.00 wib. Mereka keluar dari sekolah. Dan alfa pun memutuskan untuk pulang kerumah.

Sesampainya dirumah, Alfa melihat motor ayahnya tidak ada, padahal tadi ayahnya bilang kalo tetangga minjem motornya gak akan lama dan ayahnya gak akan pergi kemana mana. Tapi sekarang sudah lewat jam 16.00 motor itu tidak ada. Namun tanpa dihiraukan lagi, Alfa pun segera masuk kerumah untuk berganti pakaian. Di rumah terlihat ibunya sedang memasak. Tapi ada perasaan yang gak biasanya  dirasakan oleh Alfa tentang Ayahnya. Dan dia pun bertanya kepada ibunya yang lagi asyik memasak.

“ Bu, Ko motor gak ada, katanya tetangga minjem motornya cuma sebentar, terus Ayah kemana ?” Tanya Alfa penasaran. “ Oh , motor dipake sama Ayahmu, tadi ada telpon dari kantor yang meminta ayahmu menyerahkan berkas berkas hari ini.” Jawab ibu meyakinkan Alfa. “  Hm, pantesan motornya gak ada. Yaudah deh gak apa- apa kalo gitu.” Kata Alfa.

Alfa kembali ke kamarnya untuk melaksanakan sholat maghrib, dan ibunya melanjutkan pekerjaannya. Beberapa jam telah berlalu, namun Ayahnya belum kunjung pulang. Alfa merasakan perasaan yang gak menentu. Tiba- tiba suara telpon berdering dan terlihat di display handphonenya muncul nama Ayah yang memanggil.  Dan panggilan tersebut dari ayahnya.

 Dan Alfa pun langsung mengangkatnya. “Assalamualaikum, Hallo yah ?” jawab Alfa. “ Maaf, apakah benar ini dengan keluarganya Pak Jamal ?” tanya penelpon. Alfa tiba- tiba heran, karena itu bukanlah suara ayahnya. namun alfa terus melanjutkan pembicaraannya. “iya benar, ini siapa , maaf  ada keperluan apa ?.” Tanya Alfa. “  Maaf de, ini dari kepolisian, ingin memberitahukan  bahwa Pak jamal mengalami kecelakaan tadi sore dan sekarang beliau sudah dilarikan ke rumah sakit.” Jawab penelpon.

Tiba – tiba Alfa tersontak kaget mendengarnya. Namun , Tanpa berpikir panjang, Alfa bersama ibunya dan adik- adiknya, bergegas  pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ayahnya. Sesampainya di rumah sakit Alfa segera menanyakan kepada suster mengenai ruangan Ayahnya. “ sus, pasien yang bernama Pak Jamal diruangan mana iya ?” tanya Alfa. “Oh, pak jamal iya, yang tadi sore kecelakaan, dia sekarang dirawat di UUGD.” Jawab suster. “ iya sus, terimakasih atas informasinya.” Jawab alfa.

Alfa langsung mengunjungi ayahnya di ruang UUGD.  UUGD adalah sebuah tempat dimana ruangan yang lebih gawat dibandingkan UGD. Disana , Ayahnya terbujur kaku di tempat tidur, seluruh tubuhnya penuh dengan luka, dan belum sadarkan diri. Alfa dan ibunya serta adik- adiknya, hanya bisa menangis, berdoa dan berharap agar ayahnya bisa sembuh kembali seperti sedia kala.

Beberapa hari sudah berlalu, ayahnya masih belum sadarkan diri, bahkan kondisinya lebih parah. Hingga suatu hari, ayahnya di vonis oleh dokter, bahwa beliau  tidak akan bertahan lama. Vonis tersebut jelas  membuat Alfa dan keluarganya terpukul. Namun vonis tersebut, lantas tidak membuat Alfa patah semangat, dia terus berdoa dan berharap kepada Alloh SWT, agar akan ada keajaiban terhadap ayahnya.

Namun takdir berkata lain, ayahnya benar benar meninggal. Ini semua membuat ibu dan adik- adiknya sedih. Tak terkecuali Alfa sendiri, yang merasa  menyesal, karena beberapa hari  sebelum kepergian ayahnya itu, dia telah membuat ayahnya kecewa, hanya gara- gara masalah spele.  Alfa sungguh tidak percaya ayahnya akan pergi secepat itu, disaat dia belum bisa membahagiakan ayahnya dan keluarganya.  

Akan tetapi, Penyesalan itu, tidak akan membuat semuanya kembali semula. Alfa harus tetap melanjutkan hidupnya. Dan dia berjanji terhadap dirinya sendiri, kalo dia akan belajar dengan sungguh- sungguh dan tetap bekerja keras, agar kelak dia bisa membahagiakan keluarganya.  Keluarga yang sangat dia cintai, tanpa sesosok ayah.




0 komentar:

Posting Komentar

Kamis, 14 Maret 2013

Penyesalan

Penyesalan

Kisah ini berasal dari daerah bogor, yang menceritakan seorang siswa SMP , yang diajarkan hidup prihatin dan penuh tanggung jawab. Anak itu bernama Alfa. Alfa adalah siswa SMP BHAKTI JAYA, Bogor. Dia mempunyai keluarga yang utuh , sederhana. Namun bahagia. Ibunya yang terkenal dengan keanggunan dan kesopanannya.  Ayahnya , Pak jamal yang dikenal sebagai pemimpin yang adil, tegas dan bijaksana.  Dan Alfa anak yang dikenal sebagai anak yang rajin, pintar dan sholeh.

Suatu hari Alfa disibukkan dengan kegiatan sekolahnya, karena dia seorang ketua osis, maka dia harus bisa membagi waktunya antara disekolah dan dirumah. Sedangkan disisi lain dia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan baik secara akademis maupun non akademis. Kali ini dia mengikuti lomba OSN bersama temannya yang bernama Ganjar.  

Tepat pukul 04.00 wib,  suara yang begitu nyaring terdengar  dari jam weker sangat keras membangunkan Alfa yang sedang nyenyak tidur. Alfa bergegas bangun untuk sholat shubuh dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah. Kegiatan tersebut rutin dilakukannya tepat waktu, karena ajaran ayahnya yang sangat tegas terhadap anak-anaknya, tak terkecuali Alfa sendiri. Alfa selalu berangkat sekolah menaiki sepeda kecilnya, terkadang dia juga berangkat dengan berjalan kaki. Jarak sekolah Alfa dari rumahnya lumayan jauh, sekitar 4- 5 km. Tetapi, itu bukan sebuah halangan baginya.

Namun ,Pagi itu hari sangat cerah dan suasana pun terasa berbeda, tidak seperti hari hari sebelumnya. Semua itu semakin terasa ketika ada perbincangan antara Alfa dan Ayahnya. Hal ini dimulai saat Alfa akan meminjam sepeda motor ayahnya.

“ Yah, Alfa boleh minjem motornya gak hari ini, soalnya Alfa ada keperluan disekolah untuk mengikuti pelatihan lomba OSN ?” tanya Alfa. “ iya boleh aja, lagian sekarang ayah gak akan pergi kemana- mana, pengen istirahat dirumah.” Jawab Ayah. “ bener yah, gak apa- apa, alfa minjem motornya cepet kok yah gak akan lama ?” kata Alfa.
“Gak apa- apa, terserah mau sampe jam berapa juga, tapi hati- hati ya pake motornya. Soalnya jalanan lagi macet.” Jawab Ayah.

Perasaan Alfa campur aduk, antara bahagia dan heran. Karena jarang- jarang ayahnya memberikan ijin untuk menggunakan motornya. Tapi tiba- tiba semua berubah, ketika ada tetangga yang datang kerumahnya, untuk meminjam motornya, karena ingin menjemput sodaranya yang lagi di stasiun. Alfa pun merasa kecewa, ketika ayahnya lebih mengutamakan tetangganya dibandingkan Alfa.

“ Al, sebaiknya kamu berangkat ke sekolahnya pake sepeda aja, soalnya  motornya  mau dipake sama tetangga cuma sebentar ko.” Kata ayah. Dengan perasaan kecewa dan kesel, Alfa menjawab. “ayah kan udah janji mau minjemin motornya, kenapa sekarang tiba- tiba ayah membatalkannya, Alfa benci sama ayah, ayah sudah mengingkari janji ayah.” Teriak Alfa.

Kemudian Alfa keluar dari rumah dengan membantingkan pintu tanpa pamit. Akhirnya Alfa berangkat sekolah jalan kaki dengan perasaan kecewa, kesel, dan marah. Namun ditengah perjalanan Alfa bertemu dengan Ganjar , dan mereka berangkat bersama- sama menaiki sepeda motor ganjar. Sesampainya disekolah, mereka mengikuti pelatihan OSN. Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat pukul 16.00 wib. Mereka keluar dari sekolah. Dan alfa pun memutuskan untuk pulang kerumah.

Sesampainya dirumah, Alfa melihat motor ayahnya tidak ada, padahal tadi ayahnya bilang kalo tetangga minjem motornya gak akan lama dan ayahnya gak akan pergi kemana mana. Tapi sekarang sudah lewat jam 16.00 motor itu tidak ada. Namun tanpa dihiraukan lagi, Alfa pun segera masuk kerumah untuk berganti pakaian. Di rumah terlihat ibunya sedang memasak. Tapi ada perasaan yang gak biasanya  dirasakan oleh Alfa tentang Ayahnya. Dan dia pun bertanya kepada ibunya yang lagi asyik memasak.

“ Bu, Ko motor gak ada, katanya tetangga minjem motornya cuma sebentar, terus Ayah kemana ?” Tanya Alfa penasaran. “ Oh , motor dipake sama Ayahmu, tadi ada telpon dari kantor yang meminta ayahmu menyerahkan berkas berkas hari ini.” Jawab ibu meyakinkan Alfa. “  Hm, pantesan motornya gak ada. Yaudah deh gak apa- apa kalo gitu.” Kata Alfa.

Alfa kembali ke kamarnya untuk melaksanakan sholat maghrib, dan ibunya melanjutkan pekerjaannya. Beberapa jam telah berlalu, namun Ayahnya belum kunjung pulang. Alfa merasakan perasaan yang gak menentu. Tiba- tiba suara telpon berdering dan terlihat di display handphonenya muncul nama Ayah yang memanggil.  Dan panggilan tersebut dari ayahnya.

 Dan Alfa pun langsung mengangkatnya. “Assalamualaikum, Hallo yah ?” jawab Alfa. “ Maaf, apakah benar ini dengan keluarganya Pak Jamal ?” tanya penelpon. Alfa tiba- tiba heran, karena itu bukanlah suara ayahnya. namun alfa terus melanjutkan pembicaraannya. “iya benar, ini siapa , maaf  ada keperluan apa ?.” Tanya Alfa. “  Maaf de, ini dari kepolisian, ingin memberitahukan  bahwa Pak jamal mengalami kecelakaan tadi sore dan sekarang beliau sudah dilarikan ke rumah sakit.” Jawab penelpon.

Tiba – tiba Alfa tersontak kaget mendengarnya. Namun , Tanpa berpikir panjang, Alfa bersama ibunya dan adik- adiknya, bergegas  pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ayahnya. Sesampainya di rumah sakit Alfa segera menanyakan kepada suster mengenai ruangan Ayahnya. “ sus, pasien yang bernama Pak Jamal diruangan mana iya ?” tanya Alfa. “Oh, pak jamal iya, yang tadi sore kecelakaan, dia sekarang dirawat di UUGD.” Jawab suster. “ iya sus, terimakasih atas informasinya.” Jawab alfa.

Alfa langsung mengunjungi ayahnya di ruang UUGD.  UUGD adalah sebuah tempat dimana ruangan yang lebih gawat dibandingkan UGD. Disana , Ayahnya terbujur kaku di tempat tidur, seluruh tubuhnya penuh dengan luka, dan belum sadarkan diri. Alfa dan ibunya serta adik- adiknya, hanya bisa menangis, berdoa dan berharap agar ayahnya bisa sembuh kembali seperti sedia kala.

Beberapa hari sudah berlalu, ayahnya masih belum sadarkan diri, bahkan kondisinya lebih parah. Hingga suatu hari, ayahnya di vonis oleh dokter, bahwa beliau  tidak akan bertahan lama. Vonis tersebut jelas  membuat Alfa dan keluarganya terpukul. Namun vonis tersebut, lantas tidak membuat Alfa patah semangat, dia terus berdoa dan berharap kepada Alloh SWT, agar akan ada keajaiban terhadap ayahnya.

Namun takdir berkata lain, ayahnya benar benar meninggal. Ini semua membuat ibu dan adik- adiknya sedih. Tak terkecuali Alfa sendiri, yang merasa  menyesal, karena beberapa hari  sebelum kepergian ayahnya itu, dia telah membuat ayahnya kecewa, hanya gara- gara masalah spele.  Alfa sungguh tidak percaya ayahnya akan pergi secepat itu, disaat dia belum bisa membahagiakan ayahnya dan keluarganya.  

Akan tetapi, Penyesalan itu, tidak akan membuat semuanya kembali semula. Alfa harus tetap melanjutkan hidupnya. Dan dia berjanji terhadap dirinya sendiri, kalo dia akan belajar dengan sungguh- sungguh dan tetap bekerja keras, agar kelak dia bisa membahagiakan keluarganya.  Keluarga yang sangat dia cintai, tanpa sesosok ayah.




0 komentar: